sejarah paten mesin pendingin atau refrigerator

Written By Syams12 on Sabtu, 07 April 2012 | 13.58

tanggal 7 desember 1926, sebuah paten dikeluarkan bagi baltzar carl von platen dan carl georg munters dari stockholm, swedia untuk rancangan mesin pendingin (refrigerator) keduanya adalah mahasiswa royal institute of technology, stockhlom. teknologi tersebut kemudian dikomersilkan oleh produsen peranti rumah tangga electrolux dan meraih sukses internasional.


sebelum mesin pendingin ditemukan, pengawetan dengan cara penyimpanan pada suhu rendah dilakukan didalam sebuah rumah es. pendinginan buatan pertama kali dipertunjukkan oleh william cullen dari universitas glasgow, skotlandia, pada tahun 1748. penemu as oliver evans, kemudian di juluki “bapak mesin pendingin” berkat temuan “vapor-compression refrigeration” pada tahun 1805.

sejumlah rancangan lain masih kembangkan sebelum akhirnya rancangan von platen dan munters yang dioperasikan dengan gas berhasil menjadi mesin pendingin pertama yang praktis dan dapat di aplikasikan secara komersil. mesin pendingin electrolux-servel memasuki pasar as tahun 1826 dan sejak 1827 menjadi penjual tunggal di pasar as hingga tahun 1950-an.

3 komentar:

Pipa Tembaga mengatakan...

Sungguh menarik sekali gan modelnya, sepertinya cocok banget nih untuk saya yang tinggal di kosant. Tetapi apakah mesin pendingin ini, hanya mendinginkan atau sebagai tempat penyimpanan saja yah. soalnya dengan model yang mini seperti itu, apakah muat untuk meletakan komponen - komponen sparepart ac tersebut.

Chest freezer mengatakan...

Belum lama saya juga membeli mesin pendingin chiller atau kulkas dengan model yang sama pada gambar diatas, ternyata memang pas sekali untuk saya dalam menyimpan kebutuhan sehari-hari, terutama dalam menyimpan air.

jual ac lg tangerang mengatakan...

tahun 1900an memang awal mula banyaknya produk mesin pendingin yah, seperti Air Conditioner, kulkas dan lain lain.. dan di abad 20 juga mulai banyak perusahaan elektronik seperti panasonic, LG, sanken dan lain-lain

Posting Komentar